Sunnah-sunnah Sholat
sunnah sunnah dalam sholat
bismillah alhamdulillah sholawat dan juga salam tidak lupa untuk kita haturkan kepada junjungan kita, manusia mulia tiada banding tak ada tanding dalam hal kesempurnaan, Nabi Muhammad shlallahu ‘alaihi wa salam beseta kepda keluarga dan juga untuk para sahabatnya
pada postingan ini saya akan memaparkan tentang sunnah sunnah dalam sholat. Hal ini saya rasa perlu untuk dijelaskan agar kita semua dapat memaksimalkan segala peluang amal sholeh. Agar kita memiliki bekal yang banyak dengan amal amal sunnah tersebut
sunah sebelum sholat
adzan
adzan diperuntukkan bagi sholat fardhu. Baik dalam keadaan safar atau pun tidak. Terkecuali untuk sholat subuh. Karena sunnah adzan subuh itu dikumandangkan dua kali. Hal ini lah yang terjadi pada zaman nabi. Dimana adzan dikumandangkan dua kali. Adzan pertama adalah ketika menjelang subuh dan adzan kedua adalah pas di waktu subuh
iqomat
sunnah lainnya adalah iqomat yang disambung dengan mengerjakan sholat. Di dalam kitab berjudul bidayatul hidayah karya al imam abu hamid al ghozali, beliau menyebutkan bahwa seorang imam hendaknya tidak bertakbir sebelum muadzin membacakan iqomat dan sebelum shof sholat lurus sempurna
bersiwak
bersiwak adalah salah satu sunnah yang sangat dianjurkan di luar puasa. Tidak terkecuali sebelum mengerjakan sholat, baik sholat fardhu mau pun sholat sunnah. Hal ini dikuatkan dengan sebuah hadits bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda yang artinya, “Sekiranya tidak memberatkan ummat ku, sungguh akan aku perintahkan mereka untuk bersiwak tiap kali berwudhu” (HR Bukhari)
menaruh sajadah
sebenarnya tujuan meletakan sajadah atau tempat sujud adalah agar jangan sampai ada orang yang berjalan di depan orang yang sedang melaksanakan sholat. Karena melewati orang yang sedang sholat merupakan perbuatan dosa. dengan diletakkannya sajadah, maka orang yang sedang sholat tidak dilewati begitu saja
sunnah sunnah dalam sholat
terdapat dua macam sunnah dalam sholat. Yang pertama adalah sunnah ab’ad dan yang kedua adalah sunnah hai’at.
Sunnah ab’ad ada tujuh hal yang barang siapa yang meninggalkan salah satu diantaranya, maka di sunnahkan untuk melakukan sujud sahwi (sujud yang dikerjakan karena lupa). Diantara tujuh penyebab sunnah ab’ad (sujud sahwi) adalah sebagai berikut :
1. Duduk tahiyat awal
2. Membaca tasyahud saat duduk tahiyat awal
3. Membaca sholawat nabi ketika duduk tahiyat awal
4. Membaca sholawat yang ditujukan untuk keluarga nabi saat duduk tahiyat akhir
5. Membaca qunut saat sholat subuh dan sholat sunnah witir
6. Membaca qunut dengan berdiri
7. Membaca sholawat nabi dalam qunut
Sujud sahwi dilakukan dua kali setelah selesai membaca tasyahud akhir sebelum salam.
[DALAM PENGAJUAN]
